Pencanangan Bulan Dana PMI 2014 di Kota Bandung
Ny. Atalia Ridwan Kamil mencanangkan bulan dana PMI di Kota
Bandung. (Foto: Istimewa)
BANDUNG, (TBP) –
Pencanangan bulan dana PMI 2014 dilakukan oleh Asisten Administrasi
Perekonomian dan Pembangunan Rusjaf Adimenggala, mewakili Wali Kota Bandung M.
Ridwan Kamil, di Plaza Balaikota Bandung, Senin (7/7). Bulan dana PMI
tersebut akan berlangsung mulai 7 Juli sampai dengan 30 September 2014.
Menurut
ketua Bulan Dana PMI 2014, Ny. Atalia Ridwan Kamil bulan dana tersebut
dilakukan dengan maksud untuk menghimpun sumbangan dari masyarakat,
mensosialisasikan peran PMI dan memupuk jiwa kebersamaan saling tolong menolong
di antara sesama.
Lebih
lanjut dikatakannya, panitia bulan dana PMI akan menjaring dari berbagai
bidang seperti sector hiburan, perijinan, Pelajar, Pegawai negeri Sipil,
dan kesehatan. Dengan target bersih sekitar Rp 1.080.000.000,-
“Insya
Allah target tersebut akan dapat dicapai, dengan bantuan dari semua pihak,”
ujarnya.
Sementara
itu dalam sambutannyaWali Kota Bandung yang dibacakan oleh Asisten Administrasi
Perekonomian dan Pembangunan mengatakan, keberadaan PMI telah memberikan
penghormatan terhadap jiwa dan kehidupan manusia, sejak era perjuangan
kemerdekaan hingga sekarang, dengan memberikan harapan baru di tengah-tengah
masyarakat yang membutuhkan uluran tangan, tanpa memandang golongan,
suku, ras ataupun agama.
“Peran
tersebut tentu saja tidak terlepas dari dukungan segenap komponen masyarakat,
baik dalam bentuk donasi dana maupun relawan, sumbangan saran, dan
material lainnya dalam rangka mengembangkan tanggung jawab kemanusiaan,”
ujarnya.
Lebih
lanjut dikatakannya, tanpa dukungan segenap komponen masyarakat, sebesar dan
sebagus apa pun visi dan misi yang diemban PMI bisa jadi tidak akan terlaksana
secara maksimal.
“Makna
kebersamaan ini menjadi sangat penting untuk terus kita galang,
sebagaimana tujuh prinsip dasar gerakan PMI dalam memberikan pelayanan kepada
masyarakat yakni, kemanusiaan, kesukarelaan, kenetralan, kesamaan, kemandirian,
kesatuan, dan kesemestaan,” jelasnya.
Kehadiran
PMI sebagai organisasi non-profit bukanlah untuk mencari keuntungan ekonomi,
sehingga operasionalisasinya sangat bergantung kepada dermawan, donor atau para
pihak yang peduli pada tugas-tugas kemanusiaan.
“Kondisi
ini menunjukkan bahwa keberadaan dan kinerja PMI ditentukan oleh kemampuan
menjaga kepercayaan publik antara lain dengan menunjukkan pelayanan yang mudah,
cepat, tepat dan dengan biaya yang terjangkau pula,” ucapnya.
Dikatakannya
juga PMI dapat menjaga amanah tersebut sehingga dukungan publik dalam bentuk
bulan dana PMI selalu meningkat dari tahun ke tahun dan bahkan selalu menempati
peringkat teratas di tingkat Provinsi Jawa Barat.
“Oleh
karena itu pencanangan bulan dana PMI tahun 2014 bukan sekadar menggalang
potensi masyarakat, tetapi juga sarana untuk mengukur tingkat kepercayaan
publik sekaligus dukungan moral untuk meningkatkan kualitas pelayanan,”
jelasnya.
Secara
khusus dirinya sangat mengapresiasi kinerja PMI, karena di tengah segala
keterbatasan prasarana dan sarana kerja, ternyata tidak hanya mampu melayani
warga Kota Bandung tetapi juga penduduk dari daerah lain yang membutuhkan.
“Namun
peran ini akan jauh lebih bermakna, jika PMI lebih proaktif dalam membangun
kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan, sejalan dengan kebijakan
pemerintah yang berorientasi pendekatan promotif dan preventif menyertai
upaya-upaya kuratif dan rehabilitatif,” pungkasnya.(Diskominfo Bandung/ZD)

0 comments:
Post a Comment