Provinsi Jabar Gelar Apel Pengamanan Pilpres
Apel siaga dalam rangka pengamana Pilpres 2014 di Lapangan Gazibu
(7/7).
BANDUNG, (TBP) - Jelang dua hari berlangsungnya
Pilpres 9 Juli 2014 yang lalu digelar apel gabungan kesiapan dan pergeseran
pasukan dalam rangka pengamanan Pilpres di Provinsi Jabar. Apel pengamanan
Pilpres berlangsung di Lapangan Gazibu (7/7). Apel dipimpin Kapolda Jabar,
Irjen Pol. M Iriawan.
Hadir dalam pertemuan tersebut Gubernur Jabar, H. Ahmad
Heryawan, Ketua DPRD Jabar Irfan Suryanagara, Kajati Jabar Fery Wibisono,
Pangdam III Siliwangi Mayjen Dedi Kusnadi dan Ketua Pengadilan Tinggi Jabar,
Emy Mustofa. Apel tersebut juga dihadiri ribuan personil dari Polri, TNI
dan dari beberapa kesatuan dan linmas.
Berkenaan dengan apel akbar tersebut Kapolda
memaparkan apel pengamanan Pilpres merupakan komitmen bersama seluruh stakeholders
untuk menjamin lancar dan amannya pelaksanaan Pilres.
Dalam rangka pengamanan pelaksanaan Pilpres, Polda Jabar
siap bersinergi dengan prajurit TNI dari Kodam III Siliwangi. Bagi yang
mengacaukan dan membuat rusuh situasi Pilpres di Jabar akan berhadapan dengan
aparat TNI-Polri.
Pada kegiatan tersebut, Pangdam III Siliwangi menegaskan TNI
siap mensukseskan Pilpres. Prajurit TNI diminta membantu pihak
Kepolisian. Jika ada tindakan anarkis, diperbolehkan mengambil langkah
pengamanan.
Sementara itu, Gubernur dalam keterangannya secara terpisah
kepada wartawan mengatakan, berkenaan dengan apel pengamanan Pilpres mengingat
Pilpres merupakan peristiwa penting dalam rangka suksesi
kepemimpinan 5 tahunan harus terjamin agar aman dan lancar sehingga masyarakat
tak terintimidasi dan dapat menyalurkan pilihan secara rasional. Jika hal
tersebut dapat tercpai, akan lahir pemimpin yang baik sesuai pilihan rakyat.
Menyikapi kondisi Jabar, tak ada daerah yang masuk
rawan.Wilayah Jabar semua nyaman. Hal tersebut dapat terlihat dari pelaksanaan
Pilkada di Jabar dalam 5 tahun terakhir dengan frekuensi terbanyak ada di tahun
2013 seluruhnya aman-aman saja. Kendati di beberapa pelaksanaan Pilkada ada
yang menimbulkan sengketa, prosesnya berjalan damai dan akhirnya
bisa diselesaikan di Mahkamah Konstitusi. (HumasJabar/ZD)

0 comments:
Post a Comment