Apel Pengamanan Pilpres

Written By Unknown on Thursday, July 10, 2014 | 10:20 AM


Provinsi Jabar Gelar Apel Pengamanan Pilpres

                         Apel siaga dalam rangka pengamana Pilpres 2014 di Lapangan Gazibu (7/7).


BANDUNG, (TBP) - Jelang dua hari berlangsungnya Pilpres 9 Juli 2014 yang lalu digelar apel gabungan kesiapan dan pergeseran pasukan dalam rangka pengamanan Pilpres di Provinsi Jabar. Apel pengamanan Pilpres berlangsung di Lapangan Gazibu (7/7). Apel dipimpin Kapolda Jabar, Irjen Pol. M Iriawan.
Hadir dalam pertemuan tersebut Gubernur Jabar, H. Ahmad Heryawan, Ketua DPRD Jabar Irfan Suryanagara, Kajati Jabar Fery Wibisono, Pangdam III Siliwangi Mayjen Dedi Kusnadi dan Ketua Pengadilan Tinggi Jabar, Emy Mustofa. Apel tersebut juga dihadiri  ribuan personil dari Polri, TNI dan dari beberapa kesatuan dan linmas.
Berkenaan dengan apel  akbar tersebut Kapolda memaparkan apel pengamanan Pilpres merupakan komitmen bersama seluruh stakeholders untuk menjamin lancar dan amannya pelaksanaan Pilres.
Dalam rangka pengamanan pelaksanaan Pilpres, Polda Jabar siap  bersinergi dengan prajurit TNI dari Kodam III Siliwangi. Bagi yang mengacaukan dan membuat rusuh situasi Pilpres di Jabar akan berhadapan dengan aparat TNI-Polri.
Pada kegiatan tersebut, Pangdam III Siliwangi menegaskan TNI siap mensukseskan Pilpres. Prajurit TNI  diminta membantu pihak Kepolisian. Jika ada tindakan anarkis, diperbolehkan mengambil langkah pengamanan.
Sementara itu, Gubernur dalam keterangannya secara terpisah kepada wartawan mengatakan, berkenaan dengan apel pengamanan Pilpres mengingat  Pilpres  merupakan peristiwa penting dalam rangka suksesi kepemimpinan 5 tahunan harus terjamin agar aman dan lancar sehingga masyarakat tak terintimidasi dan dapat menyalurkan pilihan secara rasional. Jika hal tersebut dapat tercpai, akan lahir pemimpin yang baik sesuai pilihan rakyat.
Menyikapi kondisi Jabar, tak ada daerah yang masuk rawan.Wilayah Jabar semua nyaman. Hal tersebut dapat terlihat dari pelaksanaan Pilkada di Jabar dalam 5 tahun terakhir dengan frekuensi terbanyak ada di tahun 2013 seluruhnya aman-aman saja. Kendati di beberapa pelaksanaan Pilkada ada yang menimbulkan  sengketa, prosesnya berjalan  damai dan akhirnya bisa   diselesaikan  di Mahkamah Konstitusi. (HumasJabar/ZD)

0 comments:

Post a Comment