Bank Indonesia

Written By Unknown on Thursday, July 10, 2014 | 3:42 PM


BI: Ekonomi Bisa Tumbuh 6 Persen dengan Reformasi Struktural

MAKASSAR,  (ANTARA/TBP) - Bank Indonesia (BI) menyatakan ekonomi Indonesia bisa tumbuh enam persen lebih dengan laju inflasi terjaga dan deficit transaksi berjalan lebih sehat jika didukung dengan kebijakan reformasi struktural yang ekstraketat.
"BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi tahun 2014 berada pada kisaran 5,1 sampai 5,5 persen namun akan kembali keenam persen, bahkan lebih, jika reformasi structural dilakukan denganbaik," kata Gubernur BI Agus Martowardojo di Makassar, Senin.
Agus  mengatakan, untuk mencapai pertumbuhan ekonomi berkesinambungan dan menghindari perekonomian Indonesia dari jebakan pendapatan menengah diperlukan percepatan proses transisi ke perekonomian maju berpendapatan tinggi.
Proses transisi itu, menurut dia, menuntut kesinambungan laju pertumbuhan ekonomi yang berlandaskan pada keandalan sector industry dan kemampuan pelaku ekonomi dalam beradaptasi dengan globalisasi.\
Saat ini, pembangunan landasan itu masih dihadapkan pada sejumlah tantangan besar yang bersifat structural sehingga diperlukan kebijakan reformasi struktural yang ekstraketat.
Gubernur BI menyebutkan bahwa ada tiga pilar reformasi struktural yang harusi implementasikan, pertama peningkatan daya saing industry dan ekonomi nasional, kedua peningkatan kemandirian ekonomi dan ketiga peningkatan sumber pembiayaan yang berkesinambungan.
Ia mengatakan, peningkatan daya saing industry mesti dilakukan dengan penerapan teknologi untuk menambah nilai tambah.
"Industri harus menggunakan teknologi menengah dan modern.Terutama yang menyangkut industry komoditas, jangan lagi ekspor bahan mentah, semua harusvalue added, dan terus ke hilir," kata Agus.
Terkait peningkatan kemandirian ekonomi, Agus menyebutkan daerah-daerah di Indonesia jangan terus mengandalkan impor apa lagi saat ini nilai impor sudah lebih besar daripada ekspor.
Sementara untuk meningkatkan sum berpembiayaan yang berkesinambungan, menurut dia harus ada pendalaman pasar modal, pendalaman pasar keuangan, juga kontribusi pembiayaan tidak hanya dari perbankan tapi juga industri nonbank."
Menurut dia, ketiga upaya penguatan tersebut perlu ditopang dengan ketahanan energy dan pangan dan penguatan modal dasar pembangunan yang meliputi infrastruktur, sumber daya manusia, kelembagaan dan teknologi.
Menurut Agus, jika semua pilar reformasi structural itu dilakukan, maka bukan tidak mungkin pertumbuhane konomi Indonesia akan kembali ke enam persen lebih. Sebaliknya, jika tidak dilakukan maka pertumbuhan ekonomi Indonesia akan terusturun dan sulitnaik.
Editor: Maryati-AS/ZD


0 comments:

Post a Comment