Cadangan Devisa Juni 2014 Menjadi US$107,7 Miliar

Written By Unknown on Thursday, July 10, 2014 | 9:39 AM


       Cadangan Devisa  Juni 2014  Menjadi US$107,7 Miliar

JAKARTA, (TBP) - Dalam siaran press Bank Indonesia menjelaskan peningkatan jumlah cadangan devisa,  terutama dipengaruhi transaksi penerimaan devisa hasil ekspor migas pemerintah yang melampaui kebutuhan pembayaran utang luar negeri Indonesia.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengungkapkan, pada Juni 2014 masih ada arus modal masuk (capital inflow) yang mengalir ke dalam negeri. Sehingga, "Ini membantu kenaikan cadangan devisa," jelasnya, Senin (7/7).
Selain itu, lanjut Agus, dalam beberapa pekan terakhir BI selalu aktif di pasar, sehingga membantu kestabilan rupiah. Hal ini juga turut menopang kestabilan cadangan devisa. Meski ada modal masuk, tapi Agus mengakui pada Juni 2014 juga terjadi arus modal keluar sekitar US$ 300 juta yang membuat cadangan devisa hanya naik tipis.
Sementara itu, kebutuhan devisa untuk intervensi valuta asing dalam rangka stabilisasi nilai tukar rupiah dapat diimbangi dengan kenaikan simpanan deposito valuta asing bank-bank di Bank Indonesia. Posisi cadangan devisa per akhir Juni tersebut dapat membiayai 6,2 bulan impor atau 6,0 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Bank Indonesia menilai kenaikan cadangan devisa berdampak positif terhadap upaya memperkuat ketahanan sektor eksternal dan menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.
Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), per akhir Juni 2014, cadangan devisa Indonesia mencapai US$ 107,7 miliar, naik tipis dari bulan sebelumnya yang sebesar US$ 107,04 miliar.
Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Peter Jacobs menambahkan, naiknya cadangan devisa Juni 2014, terutama dipengaruhi oleh transaksi penerimaan devisa hasil ekspor migas pemerintah yang lebih tinggi ketimbang kebutuhan pembayaran utang luar negerinya. Sementara itu, "Kebutuhan devisa untuk intervensi valas dalam rangka stabilisasi nilai tukar rupiah dapat diimbangi dengan kenaikan simpanan deposito valas bank-bank di BI," jelas Peter. (ZD)


0 comments:

Post a Comment